Beritabatavia.com -
Pengajuan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi para nelayan sebanyak 2,5 juta kiloliter pertahun, ternyata hanya 700.000 kiloliter yang disetujui Pertamina, dan BPH Migas atau sekitar 30% dari total yang diajukan Kementrian Kelautandan Perikanan (KKP).
Jadi kami sudah berusaha mengajukan subsidi BBM bagi nelayan, ternyata kemampuan Pertamina hanya sebesar 30% dari yang kami ajukan. Meski demikian kami terus berupaya untuk membantu para nelayan, ungkap Yulistyo Mudho, Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi KKP di Jakarta, Senin (1/8).
Selain itu, sambung dia, sekarang ini ada beberapa tempat yang tidak memiliki suplai BBM bagi nelayan, maka list tempat-tempat itu sudah diserahkan kepada Pertamina agar segera diisi akibat kelangkaan BBM.
Langkah lainnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad memberikan dukungan dan kemudahan bagi nelayan saat melaut, dengan meluncurkan pelumas mesin (oli) murah bagi nelayan.
Peluncuran NO1L atau Nelayan Oil ini, merupakan pelumas mesin kapal yang didedikasikan untuk nelayan di Indonesia. Selain memberikan masa pakai pelumas yang lebih lama, Nelayan Oil juga ramah lingkungan dengan tingkat emisi yang rendah, jelas menteri.
Dilanjutkan, dengan menggunakan oli yang baik dan berkemampuan tinggi, diharapkan mesin kapal tetap dalam kondisi prima. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pendapatan nelayan adalah konsumsi BBM saat melaut.
Jika kualitas mesin kapal nelayan dalam kondisi prima, maka konsumsi BBM dengan sendirinya akan semakin irit sehingga keuntungan nelayan dari melaut menjadi lebih tinggi.
Dengan oli yang berkualitas baik, murah, dan mudah dijangkau maka diharapkan nelayan dapat semakin sejahtera dan berpendapatan yang cukup, tambah Fadel.
Fadek mengakui disamping kerap kesulitan dalam mendapatkan BBM saat akan melaut, nelayan juga acapkali sulit menemukan pelumas mesin yang baik bagi kapal mereka. Juga harga pelumas mesin kapalĀ yang beredar saat ini memiliki harga yang sulit untuk dijangkau nelayan.
Ironisnya, minimnya suplai pelumas mesin kapal ini seringkali dimanfaatkan orang-orang yang hanya ingin mencari keuntungan semata dengan mengedarkan pelumas palsu yang dapat memperpendek usia mesin kapal nelayan. Karenanya dengan peluncuran oli ini, maka satu persatu masalah nelayan dapat terselesaikan, harap Fadel. o end