Beritabatavia.com -
Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat, fasilitas terminal juga belum lengkap.Itu bisa dilihat dengan ketiadaan fasilitas yang biasa tersedia di terminal, seperti loket penjualan tiket, toilet, kantin dan halte hingga saat ini belum tersedia.
Banyak warung yang dibangun dari tripleks dan kayu sudah dalam kondisi reyot. Selain itu sampah berantakan dan batu konblok terminal juga sudah banyak yang rusak, tapi dibiarkan saja, ungkap Suryana (45) awak bus AKAP Sinar Jaya trayek Jakarta-Pekalongan, Selasa (9/8).
Slamet (30) awak bus Pahala Kencana, trayek Jakarta-Kutoarjo-Purworejo menambahkan, selain kondisinya tidak memadai, kondisi terminal juga sangat sepi dan terlihat gersang sehingga awak bus pun menjadi tidak nyaman. Katanya mau jadi terminal bantuan, tapi fasilitasnya sampai saat ini tak ada, katanya.
Menurutnya, sejak operasionalisasi bus AKAP dipindahkan dari Terminal Grogol ke Terminal Rawabuaya membuat pendapatan mereka menurun drastis. Bahkan, penurunan itu hingga mencapai 70 persen.
Bagaimana tidak sepi. Dulu saat masih di Grogol penumpang turun bus langsung ketemu terminal, kini di Rawabuaya turun di Cengkareng harus naik ojek ke terminal, keluhnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Kasudin Perhubungan Jakarta Barat, Suyoto saat dikonfirmasi mengatakan, karena sifatnya terminal bantuan nantinya aktivitas pembelian tiket dilakukan di terminal bus AKAP Kalideres. Jadi Terminal Rawabuaya hanya untuk mengantisipasi membludaknya penumpang di Terminal Kalideres. Menyangkut fasilitas toilet dan lainnya nanti juga akan ada penambahan, tandasnya. O brn