Kamis, 01 September 2011 16:03:22

Istana dan KPK Sengaja Jatuhkan Moral Nazar

Istana dan KPK Sengaja Jatuhkan Moral Nazar

Beritabatavia.com - Berita tentang Istana dan KPK Sengaja Jatuhkan Moral Nazar

Istana Presiden dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja menjatuhkan moral Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu yang ...

 Istana dan KPK Sengaja Jatuhkan Moral Nazar Ist.
Beritabatavia.com - Istana Presiden dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja menjatuhkan moral Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu yang bakal membongkar kasus-kasus yang diketahuinya. Terbukti, permintaan tersangka kasus dugaan suap wisma atlet selalu ditolak dan dianggap tidak taktis.

Permintaan Nazar antara lain, meminta Presiden SBY tidak menganggu istri dan anaknya. Juga, pemerintah hendaknya memberikan perlindungan terhadap istri dan anak-anak Nazar. Dan minta agar dipindah dari tahanan di Markas Brimob ke LP Cipinang. Jika tidak, Nazaruddin akan tetap bungkam saat diperiksa KPK.

Seharusnya Istana dan KPK pro aktif merespon permintaan Nazaruddin dengan memberikan perlindungan terhadap istri dan anak-anak Nazar. NamunĀ  tak ditanggapi, kata anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo dalam rilis yang dikirim kepada wartawan, Senin (1/9)

Juga, lanjut dia, red notice Neneng serta pernyataan kantor Presiden yang menolak tawar menawar dengan Nazar, otomatis menghancurkan moral Nazaruddin membongkar kasus yang diketahuinya. Nazaruddin secara psikologis sudah dihancurkan oleh dua kenyataan tadi.

Bambang beranggapan bahwa tanggapan Istana dan KPK yang enggan tawar menawar dengan Nazaruddin itu justru akan menguntungkan musuh-musuh Nazar yang memang ingin dia bungkam. Musuh-musuh Nazaruddin tersebut menurut Bambang adalah pihak-pihak yang merasa terancam jika Nazaruddin buka suara.

Artinya, jika Nazaruddin terus melakukan perlawanan dengan membongkar kasus korupsi yang diduga melibatkan orang-orang penting di negara ini, musuh-musuh Nazaruddin itu akan menghabisinya, katanya.

Bungkamnya Nazaruddin selama ini, lanjut Bambang, akibat ancaman dari para musuhnya itu. Patut diduga, musuh-musuh Nazaruddin menjadikan keselamatan isti dan anak Nazaruddin sebagai alat tawar.

Karena tahu anak istrinya berada dalam ancaman serius, dia (Nazar) berulangkali memohon agar anak istrinya tidak diganggu. Demikian seriusnya hingga merasa perlu meminta Presiden membantu melindungi, ujar Bambang.

Dia (Nazaruddin) sudah menghitung bahwa satu-satunya opsi adalah diam. Dengan kesadaran penuh dia akan menjalankan opsi ini demi keselamatan anak istrinya, sambungnya. o end




Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 20 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Senin, 13 Juli 2026
Senin, 13 Juli 2026
Kamis, 09 Juli 2026
Rabu, 08 Juli 2026
Jumat, 03 Juli 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026