Kamis, 15 September 2011 08:29:20

Ciliwung Riwayatmu Dulu

Ciliwung Riwayatmu Dulu

Beritabatavia.com - Berita tentang Ciliwung Riwayatmu Dulu

Para serdadu Belanda dan masyarakat Batavia menggunakan air bersih yang mengalir di kali Ciliwung.Glodok, merupakan salah satu sudut dari ...

Ciliwung Riwayatmu Dulu Ist.
Beritabatavia.com - Para serdadu Belanda dan masyarakat Batavia menggunakan air bersih yang mengalir di kali Ciliwung.

Glodok, merupakan salah satu sudut dari bagian ibukota Jakarta. Secara administratif Glodok masuk wilayah Kecamatan Tamansari, Kotamadya Jakarta Barat. Selain menjadi pusat perbelanjaan, kawasan Glodok juga  dikenal sebagai Pecinan terbesar di Indonesia. Karena, pedagang dikawasan tersebut, mayoritas masyarakat keturunan Tionghoa.

Glodok sejak jaman Belanda juga dikenal dengan nama sebutan Glodok Pancoran, Jakarta Barat. Sebuah  kawasan Pecinan yang jika kita singgah, akan terlihat suasana komunitas Cina yang masih kental. Di sana-sini tampak huruf-huruf Cina. Belum lagi sajian makanannya yang serba Chinese Food.
Selaian itu, Glodok Pancoran juga dikenal sebuah kawasan perjudian di ibu kota Jakarta selain Asemka dan Kalijodo.

Kisah Glodok

Tidak banyak orang tahu, bahwa di tengah-tengah halaman Balai Kota (Stadhuis), terdapat sebuah gedung kecil persegi delapan yang dibangun sekitar tahun 1743. Tapi kini hilang entah digusur siapa. Baru pada tahun 1972 bangunan itu didirikan kembali persis di tengah-tengah halaman gedung Balai Kota (Stadhuis).

Masa Batavia dulu, gedung kecil persegi delapan itu banyak membantu serdadu Kumpeni Belanda. Karena di situlah mengalir air bersih yg dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tak cuma bagi serdadu Kumpeni Belanda tapi juga dimanfaatkan minum bagi kuda-kuda serdadu usai mengadakan perjalanan jauh.

Air tersebut disalurkan dari Kali Ciliwung lewat saluran yang dibuat di bawah tanah dari batu bata. Saluran ini dimulai di Pancoran Glodok. Nama yang kini masih dipakai untuk Glodok Pancoran Jakarta Barat.

Dari gedung kecil persegi delapan ini saluran air bersih kemudian diteruskan ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Kapal-kapal yang singgah di pelabuhan ini banyak memanfaatkan air untuk kebutuhan sebelum kapal berlayar berbulan-bulan untuk mengambil rempah-rempah. Bahkan kapal-kapal bukan milik Belanda pun memanfaatkan air dari gedung kecil persegi delapan ini.
Tidak hanya itu, air di masa itu masih bersih dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena memang semasa Batavia dulu Kali Ciliwung adalah sumber bahan baku air bersih untuk kebutuhan masyarakat.

Konon ceritanya, sejarah nama Glodok, berasal dari suara percikan air yang berada di gedung kecil persegi delapan tersebut. Bunyi airnya grojok grojok sehingga kemudian bunyi yang bersumber dari gedung kecil persegi delapan itu dieja penduduk pribumi sebagai Glodok. Entah benar atau tidak, yang pasti nama Glodok itu hingga kini tetap tersohor sebagai salah satu kawasan bisnis terutama barang-barang elektronik  di Jakarta.

Tak Terawat

Entah kita sebagai bangsa yang tidak menghargai sejarah, apalagi merawatnya. Sehingga peninggalan benda-benda bersejarah yang dimiliki, nyaris terabaikan. Air kali Ciliwung yang dulu digunakan sebagai bahan baku air bersih bagi warga, kini hanya kenangan. Sepanjang kali Ciliwung sudah dipenuhi sampah, hingga airnya berwarna hitam kecoklat-coklatan. Sehingga, melihatnya saja, sudah tidak ingin, apalagi menggunakannya.

Begitu juga gedung kecil persegi delapan yang saat ini  masih berdiri tapi kondisinya sangat berbeda jauh  dengan situasi aslinya. Kini, gedung kecil persegi delapan itu membisu. Ia tidak mengeluarkan air lagi. Malah, sebaliknya sering dijadikan tempat untuk membuang sampah. Tragisnya lagi jika malam dijadikan tempat untuk menyimpan gerobak pedagang kaki lima (PKL).
Padahal, dari pancuran air yang ada di bangunan itulah  bermulanya nama Glodok. Dari nama pancuran akhirnya menjadi nama sebuah daerah yang kini dikenal sebagai Pancoran Glodok, atau orang di kawasan Jakarta Kota menyebutnya dengan istilah Glodok Pancoran. Hingga kini kedua nama yakni Glodok dan Glodok Pancoran masih akrab di telinga orang Jakarta.0 berbagai sumber/son


Berita Lainnya
Selasa, 12 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026
Minggu, 10 Mei 2026
Sabtu, 09 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Selasa, 05 Mei 2026