Beritabatavia.com -
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa lintas agama Universitas Indonesia (UI) mengadakan aksi damai sebagai bentuk penolakan terhadap aksi terorisme berupa bom bunuh diri yang terjadi di Solo beberapa waktu lalu.
Aksi damai yang digagas oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UI dengan komunitas mahasiswa lintas agama baik dari Islam, Kristen, Hindhu, Budha dan lainnya.
Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap aksi terorisme yang akhir-akhir ini terjadi. Aksi terorisme itu bukan berasal dari agama manapun, kata Ketua PMII Cabang UI Kota Depok Kartini L. Makmur, di Depok, Kamis (29/9).
Kartini mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian bahwa aksi bom bunuh diri Gereja Solo dilakukan oleh jaringan yang sama atau jaringan Cirebon.
Ia mengatakan gerakan tersebut merupakan bagian dari radikalisme agama. Terlebih lagi pihak kepolisian menengarai bahwa aksi radikalisme agama tumbuh subur di kampus-kampus manapun.
Untuk itu pihaknya mengajak mahasiswa dan masyarakat umum untuk menolak aksi radikalime agama. Ia juga menegaskan tidak ada aksi radikalisme agama di kampus UI, karena tidak ada bukti yang nyata tentang keberadaan radikalisme agama di UI. Hanya saja, dari pihak kepolisian mensinyalir terdapat di kampus-kampus umum.
Untuk itu, dirinya bersama-sama dengan komunitas mahasiswa lintas agama mengajak untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian dan kesatuan NKRI.
Dalam aksi tersebut, mereka memakai pakaian putih-putih dan membagikan pita putih dan ikat kepala. Bagi mahasiswa yang tidak mengikuti aksinya bisa membubuhkan tanda tangan dan petisi atas tindakan terorisme pada bentangan kain putih.
Acara tersebut diramaikan dengan pembacaan puisi dan doa bersama dari mahasiswa lintas agama seperti Islam, Kristen, Hindhu, Budha dan lainnya.
Setelah acara tersebut Kartini mengatakan akan dilanjutkan dengan dialog lintas agama yang akan mencari solusi agar terorisme tidak terus tumbuh subur di bumi Indonesia. O brn