Beritabatavia.com -
Sekitar 1.500 anggota Serikat Pekerja (SP) PT Kereta Api (KA) dari Jawa dan Sumatera melakukan unjuk rasa di depan gedung Kementrian ESDM, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/10). Mereka menuntut perlakuan adil untuk penggunaan BBM terhadap PT KA. Dan mendesak agar KA diberikan BBM bersubsidi.
Pemerintah diskriminasi terhadap kereta api dalam hal pembelian bahan bakar minya (BBM) bersubsidi. Akibat selama ini menggunakan BBM nonsubsidi, terpaksa PT KAI menaikkan tarif KA menjadi mahal dan berlipat, ungkap Ketua Umum serikat pekerja PT KA, Sri Nugroho saat melakukan orasi.
Sejak Maret 2010, lanjut dia, PT KA diharuskan membeli BBM industri dengan harga Rp9000. Seharusnya, PT KA dikenakan biaya subsidi sebesar Rp4500. Hal ini sesuai Perpres No 9 tahun 2006, bahwa semua angkutan umum diberi BBM subsidi. Akibat pembelian BBM industri, beban perusahaan menjadi Rp400 miliar per tahun.
Pekerja KA mendesak pemerintah menyelesaikan permasalahan itu. Karena bisa menganggu kelangsungan hidup PT.KA pada khususnya dan perkereta-apian Indonesia pada umumnya, ucapnya
Diakuinya, akibat mahalnya BBM yang diberlakukan bagi PT KA berdampak harga tiket kereta api lebih mahal ketimbang ongkos naik bus bahkan setera dengan tiket pesawat. Kami sama-sama angkutan darat yang melayani masyarakat banyak. Tapi mengapa kami dilarang menggunakan BBM bersubsidi?, ucapnya.
Dengan tingginya harga BBM nonsubsidi maka PT KAI mengeluarkan biaya produksi sangat tinggi. Terpaksa PT KAI membebankan biaya tersebut kepada pengguna jasa KA lewat harga tiket. Alhasil, masyarakat banyak yang beralih menggunakan angkutan pesawat atau mobil pribadi.
Akibatnya, macet di mana-mana. Karena tarif kereta api tidak kompetitif dengan moda angkutan lain. Jika tarif kereta api murah, maka masyarakat lebih banyak yang kembali menggunakan kereta api, bebernya.
Selain itu, kebijakan BBM nonsubsidi juga membuat PT KAI ditinggal pelanggan. Pengusaha beralih ke moda transportasi yang lebih murah seperti truk dan kontainer. Hal ini seperti yang terjadi di jalur Sumatera dan Jawa yang menjadi tulang punggung angkutan minyak dan hasil perkebunan.
Karennya, kondisi jalan raya cepat rusak, polusi kendaraan dan kemacetan di berbagai titik jalan utama, teriak Sri yang disambut tepuk tangan oleh massa.
Sri menjamin aksi demo ini tidak menganggu jadwal kereta mengingat jumlah karyawan KA mencapai 31.000 orang. o end