Jumat, 14 Oktober 2011 15:04:45

Warga dan Preman Bentrok di Kebon Jeruk

Warga dan Preman Bentrok di Kebon Jeruk

Beritabatavia.com - Berita tentang Warga dan Preman Bentrok di Kebon Jeruk

Satu unit Metromini B 7679 SA dan tiga unit motor, Jumat (14/10) dibakar massa di Jalan Sisi Tol Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat tidak ...

Warga dan Preman Bentrok di Kebon Jeruk Ist.
Beritabatavia.com - Satu unit Metromini B 7679 SA dan tiga unit motor, Jumat (14/10) dibakar massa di Jalan Sisi Tol Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat tidak jauh dari Universitas Indonesia Esa Unggul.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, setelah ada sekelompok massa yang akan memasuki permukiman RT 05/02 Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk.

Menurut Salah satu saksi mata, Sugandi (40) yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung, sekelompok orang mendatangi perumahan di Jalan Arjuna Raya RT 004/02, Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Mereka naik dua metromini, empat motor, dan satu mobil, ujar Sugandi.

Warga pun langsung menanyakan maksud kedatangan mereka. Dari pengakuan Sugandi, mereka hendak melakukan pengusiran terhadap lahan milik warga yang ada di kawasan RT 004/02 Duri Kepa, Kebon Jeruk.

Lantaran tidak terima dengan maksud kedatangan kelompok tersebut, kata Sugandi, warga langsung melakukan pengusiran. Akhirnya langsung bentrok, kata Sugandi.

Akibat kalah jumlah, kelompok preman tersebut langsung melarikan diri. Dari bentrokan tersebut, sebuah metromini hangus dibakar warga bersama dengan tiga unit sepeda motor.

Sementara itu Lurah Duri Kepa, Syamsul Huda menjelaskan lahan seluas 4.000M2 yang diperebutkan itu banyak pihak yang mengakui dan sudah dihuni sekitar 300 KK. Dan lahan yang dimasalahkan itu bagian dari enam Ha yang disengketakan meliputi RT 004,005,006,RT 007/02.

Lahan itu sejak tahun 2008 sudah banyak yang mengklaim, kata Syamsul Huda.

Pihak kelurahan bersama Bimas dan Babinsa sudah berupaya mempertemukan antara pihak-pihak yang merasa mengakui dengan warga.

Silakan musyawarahkan bersama untuk mencari jalan penyelesaian, tambah Syamsul Huda.

Namun sampai September 2011 warga mengadukan kembali ke kelurahan karena ada yang mau mengambil atas dasar sertifikat, sedang sertifikat atas nama SPOW disita dan akan dilelang Kementerian Keuangan, belum lagi pihak pertamina dan lainnya yang juga mengklaim.

Kami hanya meminta kepada warga untuk berfikir secara jernih dan jangan sampai terjadi benturan, harap Syamsul Huda.

Kelurahan menurut Syamsul Huda pihaknya tidak akan mengeluarkan surat pengantar ke instansi menyangkut pertanahan, selain atas nama yang tertera di kantor kelurahan.

Karena sudah berlangsung puluhan tahun, katanya.

Tahun 1970 Pertamina pernah menunjuk salah satu sub perusahaannya PT MSC didasari dengan surat Pelepasan hak, kemudian ada lagi perorangan AK didasari Akta Jual Beli (AJB) dan ada beberapa orang lagi.

Karena banyaknya pihak yang mengakui, pihak kelurahan hanya bisa memfasilitasi untuk musyawarah bersama. Tapi jika masing-masing mengakui silahkan menempuh melalui jalur hukum, sambungnya.

Sementara petugas kepolisian dari Polres Jakarta Barat mengerahkan tiga pemadam kebakaran untuk mematikan kobaran api dari metromini. Petugas juga sempat mengamankan sekelompok orang yang diduga pelaku. Mereka dibawa dengan menggunakan truk Polres Jakarta Barat. O ant
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 02 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Selasa, 01 September 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026
Rabu, 26 Agustus 2026
Senin, 24 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026
Selasa, 18 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026
Jumat, 07 Agustus 2026