Beritabatavia.com -
Sebanyak 19 titik saluran air (got) di Jakarta Selatan segera diperbaiki Sudin PU Tata Air Jakarta Selatan. Saat ini kondisi saluran itu dalam keadaan rusak akibat tersumbat sampah, maupun akibat pemasangan pipa berisi kabel milik sejumlah perusahaan telekomunikasi, air minum, dan Perusahaan Listrik Negara. Kerusakan itu juga mengakibatkan munculnya genangan di sejumlah jalan di Jakarta Selatan saat hujan tiba. Karena itu warga diharap jangan membuang sampah ke dalam got agar tidak menambah lubernya air ke jalan.
Ke-19 titik saluran yang akan diperbaiki di antaranya berada di depan Cilandak Town Square, Jl Cut Nyak Arif (depan Apartemen Simpug Garden), dekat ITC Fatmawati, Jl Barito (depan Taman Ayodya), depan Stasiun Tanjungbarat, depan PGA Pondokpinang, Jl Prapanca (perempatan Kemang), depan Terminal Blok M, depan Blue Bird Mampangprapatan, dan Jl Antasari (bawah underpass).
Saat ini, pihak Sudin PU Tata Air juga tengah mengerjakan perbaikan saluran di Jl Rasuna Said (dekat Jembatan Latuharhari, Jl Satrio dan Jl Wijaya 1. Untuk beberapa lokasi yang biasa terdapat genangan, saat ini sudah tak ditemukan lagi seperti di Jl Gatot Subroto (depan Depnakertrans). Selain itu beberapa saluran juga sudah selesai dikuras, yakni di Jl Raya Pasarminggu (depan Pospol Pancoran).
Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Selatan, Endang Setiawati, mengakui petugasnya kesulitan membersihkan tumpukan sampah yang berada di dalam saluran air. Sebab, meskipun telah dibersihkan banyak warga yang membuang sampah ke dalam saluran air kembali. Mestinya kita melakukan pengerukan dalam jangka waktu tiga bulan sekali. Namun dalam seminggu saja sudah ada saluran air yang kembali mampet, jelas Endang, Senin (24/5).
Selain karena sampah, sebagian besar drainase di Jakarta Selatan juga telah beralih fungsi, salah satunya menjadi tempat pemasangan pipa yang berisi air maupun kabel, sehingga memperkecil daya tampung saluran air. Perubahan fungsi saluran air justru banyak terjadi di jalan utama. Semua jenis saluran mulai dari mikro, penghubung dan makro memiliki persoalan yang sama, katanya.
Namun, perubahan fungsi paling banyak terjadi pada saluran mikro yang memiliki lebar hanya 60-100 sentimeter. Jika saluran air dipenuhi dengan sampah dan pipa-pipa, daya tampungnya menjadi berkurang dan air sulit untuk masuk, tegasnya.
Akhir pekan lalu, tim satgas banjir Sudin PU Tata Air Jakarta Selatan juga telah membongkar sumbatan saluran di Jl Gatot Subroto, tepatnya di depan Kantor Depnakertrans. Di dalam saluran tersebut, ditemukan lima pipa berwarna putih dan tiga pipa berwarna merah.
Endang berharap agar warga turut menjaga fasilitas yang ada dan tidak membuang sampah ke dalam saluran air. Sehingga saat hujan turun air bisa dengan cepat masuk melalui saluran yang ada. Orang-orang jangan cuek dan membuang sampah pada tempatnya, bukan di saluran air, pungkasnya. O brn