Beritabatavia.com -
Anggota Komisi IX DPR RI Bidang Ketenagakerjaan, Rieke Diah Pitaloka (Fraksi PDI
Perjuangan), meminta publik terus mengawal penuntasan kasus perburuhan di lingkup PT
Freeport Indonesia, demi menjaga martabat NKRI.
Sekarang kami di Komisi IX membahas dua agenda penting dengan pihak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), salah satunya mengenai masalah serta nasib karyawan PT Freeport Indonesia (FI), ungkapnya kepada ANTARA Pekanbaru, melalui jejaring komunikasi, Selasa.
Ia sependapat dengan rekannya dari Komisi I DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf (Fraksi Partai
Demokrat), PT FI seolah 'untouchable' (tak tersentuh) oleh hukum maupun kekuatan di
Indonesia.
Kondisi ini perlu diseriusi, karena ini menyangkut nasib warga kita, juga sumber daya alam kita yang menurut konstitusi harus dipergunakan bagi seluas-luasnya kepentingan bangsa
serta rakyat, tandasnya seperti dikutip antara.
Sebagaimana diberitakan, aksi pemogokan oleh karyawan dan buruh PT FI di Timika, Papua,
telah berlangsung lebih dua bulan, bahkan telah memakan korban jiwa. Dari berbagai kasus
yang seolah menghadap-hadapkan para buruh dengan pengusaha.
Saat ini, pihak perwakilan pekerja dan buruh sedang bernegosiasi dengan manajemen PT FI
untuk mencari solusi atas kemelut ketenagakerjaan di sana. Para buruh Indonesia menuntut PT FI menyetarakan upah dan gaji mereka dengan yang diterima para karyawan asing. Baik yang bekerja di lingkup PT FI Indonesia, maupun usaha pertambahan Freeport lainnya di luar. o ep